Thursday, October 22, 2009

Mengapa Manusia Bermasalah

Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, cara berfikir, dan bertindak balas, di mana kesemuanya itu merupakan perkara yang sangat penting dalam menghasilkan penglibatan sosial yang efektif. Sosialisasi merupakan proses yang berlaku secara berterusan dalam hidup kita.


Sosialisasi dapat juga diertikan sebagai pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiaannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan yang ada di lingkungannya.


Sosialisasi merupakan suatu proses dimana seseorang mempengaruhi orang lain kerana adanya interaksi. Untuk perkembangan sosial anak akan sangat dipengaruhi siapa agen sosialnya. Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, iaitu keluarga, rakan sebaya, media massa dan pendidikan. Agen sosialisasi ini berperanan dalam masyarakat sebagai jaringan hubungan yang lebih luas. Setiap agen sosial tersebut akan menentukan perbezaan dalam proses sosialisasi anak. Oleh itu, bagi menghasilkan individu yang berkualitii, keluarga amat berperanan dalam mensosialisasikan nilai-nilai kebaikan dan norma yang berlaku atau yang diharapkan dalam masyarakat kepada anak mereka yang dimulai dari masalah-masalah kecil yang terjadi dalam keluarga sesuai dengan tahap perkembangan usia anak tentunya.


Sosialisasi terbahagi kepada dua, iaitu sosialisasi sempurna dan sosialisasi tidak sempurna. Sosialisasi sempurna terjadi apabila pelaku atau remaja memilih tindakan yang baik atau buruk, baik tindakan yang salah mahupun yang benar yang harus dilakukannya. Dengan begitu, remaja tersebut dapat berkembang dengan keadaan fizik dan psikik yang baik sesuai dengan usianya.


Sosialisasi sempurna mempunyai banyak manfaatnya bagi perkembangan remaja. Misalnya, remaja tersebut memiliki ramai rakan sebaya, bagi memperolehi banyak pengalaman. Dengan memiliki banyak kemampuan untuk memilah baik buruknya tindakan yang ia temui dalam sosialisasi, maka ia dapat mengembangkan kepribadian yang baik. Hal ini dapat terjadi kerana lingkungan yang ia pilih untuk bersosialisasi merupakan lingkungan yang sihat dan baik.


Sebaliknya, sosialisasi tidak sempurna akan terjadi pada remaja yang selalu menelan mentah-mentah apa yang ia temui dalam bersosialisasi. Ia tidak memedulikan akibat yang terjadi jika ia melakukan tindakan sesuai dengan usianya. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Proses sosialisasi yang berjalan tidak sempurna ini dapat membentuk kepribadian yang menyimpang. Seperti yang kita ketahui, remaja yang mencari identiti diri sanggup melakukan apa sahaja demi sesuatu yang belum diketahuinya. Rasa keingin tahuan yang tinggi dan sikap yang selalu menelan mentah-mentah apa yang ia temui dalam bersosialisasi inilah yang membuat ia melakukan tindakan yang menyimpang.


Pelbagai cara boleh dilakukan bagi mengatasi sosialisasi yang tidak sempurna ini, diantaranya iaitu peranan keluarga yang maksimum supaya anak mendapat perhatian dan moral yang tinggi dari keluarga.. Dengan adanya hal tersebut, dimaksudkan sosialisasi anak akan lebih baik dan terarah. Pengawalan dan pengawasan daripada pihak tertentu seperti ibubapa, pihak sekolah dan kerajaan amat penting dalam membantu seseorang itu mengawal personaliti mereka.

No comments: